Merdeka Belajar Menurut Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya terhadap Pengembangan Kompetensi Kepribadian Guru

Yakob Luturmas

Abstract


Kompetensi kepribadian merupakan aspek fundamental yang harus dimiliki guru dalam menunjang keberhasilan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep merdeka belajar menurut Ki Hadjar Dewantara serta relevansinya terhadap pengembangan kompetensi kepribadian guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh melalui dokumentasi dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi dengan pendekatan deduktif dan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep merdeka belajar memiliki relevansi kuat dalam pengembangan kepribadian guru, terutama pada aspek kemandirian, keteladanan, dan kebijaksanaan. Guru sebagai pamong tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dengan menempatkan kompetensi kepribadian guru sebagai prasyarat filosofis dalam implementasi merdeka belajar.

Keywords


Merdeka Belajar, Ki Hadjar Dewantara, Kompetensi Kepribadian, Guru

Full Text:

PDF

References


Ainia, D. K. (2020). Merdeka belajar dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya bagi pengembangan pendidikan karakter. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(3), 95–101. https://doi.org/10.23887/jfi.v3i3.24525

Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Dewantara, K. H. (1977). Karya Ki Hadjar Dewantara: Bagian I pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Elo, S., & Kyngäs, H. (2008). The qualitative content analysis process. Journal of Advanced Nursing, 62(1), 107–115.

Kemendikbud. (2019). Merdeka belajar: Pokok-pokok kebijakan merdeka belajar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kemendikbud. (2020). Merdeka belajar: Konsep dan implementasi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Sage Publications.

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Marwah, S. S., Syafi, M., & Elan, S. (2018). Relevansi konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara dengan pendidikan Islam. Journal of Islamic Education, 5(1), 14–26.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2013). Standar kompetensi dan sertifikasi guru. Remaja Rosdakarya.

Musfah, J. (2011). Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan sumber belajar. Kencana.

Rochman, C., & Gunawan, H. (2010). Pengembangan kompetensi kepribadian guru. Nuansa Cendekia.

Rogers, C. R. (1969). Freedom to learn. Charles Merrill.

Schunk, D. H. (2012). Learning theories: An educational perspective (6th ed.). Pearson.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Alfabeta.

Suparto, S. (2016). Ki Hajar Dewantara: Biografi singkat 1889–1959. Ar-Ruzz Media.

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.59698/afeksi.v7i2.849

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Yakob Luturmas

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License